Rupiah Menguat Lagi, Tembus Bawah Rp 18.000 Ini Penyebabnya!

22 Juni 2026

Rupiah Menguat Lagi, Tembus Bawah Rp 18.000 Ini Penyebabnya!

Kabar baik buat kamu yang lagi kepikiran soal kurs! Rupiah akhirnya balik menguat dan berhasil menembus ke bawah level Rp 18.000 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026), rupiah berada di posisi Rp 17.860 per dolar AS menguat 129 poin atau sekitar 0,71% dibanding hari sebelumnya.

Tapi, apa yang bikin rupiah tiba-tiba bisa kuat lagi? Ternyata ada beberapa faktor penting yang saling mendukung. Yuk, kita bahas satu per satu.

1. BI Rate Naik - Investor Pun Tertarik

Faktor utama yang jadi penopang rupiah adalah keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% pada 9 Juni 2026. Seiring itu, suku bunga Deposit Facility naik ke 4,75% dan Lending Facility ke 6,25%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut langkah ini dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global, terutama akibat konflik di Timur Tengah.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai kenaikan BI Rate ini memberikan "bantalan" buat rupiah. Kombinasi kebijakan moneter yang lebih ketat ditambah koordinasi solid antara BI dan pemerintah berhasil meredakan kekhawatiran pasar soal kondisi fiskal Indonesia.

2. Modal Asing Banjir Masuk Rp 45,9 Triliun dalam Beberapa Hari

Naiknya BI Rate otomatis bikin instrumen keuangan Indonesia jadi lebih menarik. Hasilnya? Modal asing berduyun-duyun masuk.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mencatat, pada 10 Juni 2026 saja, aliran dana asing ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp 15,11 triliun. Sehari kemudian, dana asing yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) tercatat Rp 3,91 triliun.

Ditambah penerbitan perdana obligasi internasional Danantara yang berhasil menghimpun Rp 26,9 triliun, total aliran modal asing yang masuk lewat tiga instrumen itu mencapai sekitar Rp 45,92 triliun.

"Perkembangan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik," kata Destry.

3. Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Faktor ketiga yang mendukung penguatan rupiah adalah kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai masih solid. World Bank bahkan baru saja menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,0% untuk 2026, naik dari proyeksi sebelumnya 4,7%.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2026 sendiri sudah mencapai 5,6% secara tahunan - angka tertinggi sejak kuartal II-2021. Ini didorong konsumsi rumah tangga yang naik selama Ramadan dan Lebaran, percepatan pembayaran THR ASN, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tapi Jangan Keburu Senang - Masih Ada Risiko Global

Meski rupiah menguat, sejumlah risiko masih membayangi. Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran membuat dolar AS kembali dicari sebagai aset aman (safe haven). Isu penutupan Selat Hormuz pun berpotensi mendongkrak harga minyak dunia.

Selain itu, data Producer Price Index (PPI) AS per Mei 2026 meningkat lebih tinggi dari perkiraan, yang memunculkan ekspektasi The Fed masih bisa naikkan suku bunga lagi di akhir tahun. Pasar saat ini memprakirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember 2026 sekitar 60%.

Rupiah Bisa Menguat ke Mana Lagi?

Bank Indonesia optimis rupiah masih punya ruang untuk menguat lebih jauh. BI akan terus mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan, termasuk intervensi di pasar offshore lewat Non Deliverable Forward (NDF), transaksi spot, dan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

Analis dari Korea Investment and Securities Indonesia, Achadya Hardian, bahkan memproyeksikan rupiah berpotensi menguat ke Rp 17.700 per dolar AS pada pekan depan, seiring kembalinya aliran dana asing ke pasar keuangan domestik.

Baca juga: Jadwal Piala Dunia 2026 Udah Keluar! Tapi Tolong, Jangan Taruhan Finansial In This Economy

Apa Hubungannya dengan Kondisi Keuangan Kamu?

Penguatan rupiah berdampak langsung ke kehidupan sehari-hari. Harga barang impor cenderung stabil, tekanan inflasi berkurang, dan daya beli masyarakat terjaga. Buat kamu yang punya pinjaman atau lagi merencanakan keuangan, kondisi ekonomi yang stabil seperti ini justru jadi momen yang baik untuk mulai menata ulang finansialmu.

Kalau kamu butuh dana tambahan untuk kebutuhan mendesak atau modal usaha, UangMe hadir sebagai platform P2P lending yang terdaftar dan diawasi OJK. Proses pengajuan mudah, cepat, dan bisa dilakukan langsung dari aplikasi.

Banner Promosi Mobile

Wujudkan Tujuan Finansialmu, Mulai dari UangMe!

Dapatkan pinjaman tunai daring tanpa agunan langsung kapanpun dan di manapun. UangMe memberikan solusi keuangan cepat, aman, dan terpercaya mulai dari pengajuan hingga pencairan dana langsung ke rekeningmu. Proses 100% online, bunga kompetitif, dan keamanan data bersertifikasi internasional.

Tenor hingga 12 bulan dengan Bunga mulai dari 0.2%/hari
Berizin & diawasi OJK berdasarkan KEP-4/D.05/2021
Perlindungan data bersertifikat ISO 27001
RegulatorDownload Sekarang